SBY Persembahkan Konser Tribute to Koes Plus untuk Rawat Warisan Musik

EKSPLORASI DUNIA MUSIK Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menggelar konser Tribute to Koes Plus di Plaza Museum & Galeri SBY*ANI, Pacitan, Jawa Timur. Konser tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Koes Plus sekaligus upaya merawat warisan musik yang telah hidup lintas generasi.

Koes Plus dikenal sebagai band legendaris yang berjaya pada era 1960-an hingga 1980-an melalui deretan lagu populer seperti “Kolam Susu”, “Mengapa”, “Diana”, “Kisah Sedih di Hari Minggu”, “Andaikan Kau Datang”, dan sejumlah karya lainnya.

Karya-karya Koes Plus dikenal luas karena mengangkat tema keseharian, kesederhanaan, serta kehidupan sosial yang dekat dengan masyarakat. SBY memiliki kisah personal dengan musik Koes Plus. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya pada konser tersebut.

“Koes Plus telah memberi warna bagi kehidupan banyak orang, termasuk saya. Merawat karya mereka berarti menjaga ingatan dan jati diri bangsa,” kata SBY dalam siaran pers, baru-baru ini.

Pada masa remaja di Pacitan, SBY aktif bermusik bersama rekan-rekan sekolah dan kerap membawakan lagu-lagu Koes Plus dalam berbagai kesempatan. Konser ini turut menghadirkan putra-putri para personel Koes Plus yang membawakan kembali lagu-lagu legendaris band tersebut.

Mereka adalah Rico Murry, Kenny Koeswoyo, Sari Koeswoyo, Garry Koeswoyo, serta Damon Koeswoyo.

Penampilan lintas generasi tersebut menjadi simbol keberlanjutan karya Koes Plus yang tetap relevan hingga kini. Dalam kesempatan itu, SBY juga bersilaturahmi dan memohon restu kepada Yok Koeswoyo, satu-satunya personel Koes Plus yang masih hidup.

Sebagai informasi, seluruh lagu yang dibawakan dalam acara ini disertai pembayaran royalti resmi kepada ahli waris Koes Plus sebagai bentuk penghormatan terhadap karya dan etika bermusik.

Konser Tribute to Koes Plus pun menarik minat masyarakat Pacitan yang hadir menyaksikan acara tersebut. Melalui konser ini, Pacitan menjadi ruang pertemuan antara sejarah, musik, dan ingatan kolektif bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *