
EKSPLORASI DUNIA MUSIK Penyanyi Toton Caribo ungkap kejadian yang buatnya berhenti menjadi debt collector dan fokus di dunia musik. Sebelum populer dengan lagu “Ngapain Repot” dan banyak manggung, Toton cukup lama bekerja sebagai debt collector. “Udah lumayan, enam tahun jadi debt collector,”
Toton mengungkap alasannya menjadi debt collector adalah karena penampilan fisiknya. “Apalagi kalau di Jogja, dengan tampang kayak gini, kita cari kerja agak (sulit),” ujar Toton.
“Karena memang waktu itu di Jogja, anak-anak Timur dicap jelek. Bukan semua, mungkin beberapa oknum (yang berbuat), sehingga semua dicap enggak bagus,” jelasnya. Saat itu Toton bersamaan dalam menjalani profesi sebagai debt collector sekaligus berjuang juga di musik.
Sampai ada satu kejadian yang buatnya memutuskan berhenti menjadi debt collector dan fokus di musik. “Masalah hati sih, ada satu kejadian di mana yang membuat kita yang sangar ini akhirnya air mata jatuh,”
Saat itu Toton bersama teman-temannya mencari pemilik motor yang sudah tiga bulan menunggak pembayaran. Setelah bertemu pemilik motor, ternyata suami istri itu baru pulang dari rumah sakit. “Nasabah ini anaknya baru lahir dari rumah sakit, belum sehari.
Habis melahirkan, sorenya minta pulang karena enggak ada biaya untuk menginap,” kenangnya. Toton sempat bersitegang dengan teman-temannya karena berusaha membela nasabah tersebut.
“Waktu itu saya hampir berantem. Mereka empat orang, saya sendiri,”
“Saya bersikeras untuk enggak boleh kita bawa motor ini ke kantor, biarin merkea pulang. Cuma teman-temanku waktu itu, apa pun yang terjadi, kita angkat saja, suruh bawa ke kantor,”
Leave a Reply