Menyulam Sambil Main Musik di Pameran Seni IWA #4

EKSPLORASI DUNIA MUSIK Apa jadinya kalau aktivitas menyulam bisa mengeluarkan bebunyian jadi sebuah nada lagu? Yup, itulah yang dibuat oleh Rani Jambak seniman, komposer, dan musisi perempuan keturunan Minangkabu dalam pameran seni Indonesian Women Artist (IWA) ke-4 yang dibuka di Galeri Nasional Indonesia (GNI), tadi malam.

Rani Jambak bukan sembarang seniman dalam skena seni lokal. Perempuan yang berdomisili di Lasi, Sumatera Barat, ini sudah mendunia dan melanglang buana dengan karya inovatifnya.

Dalam Indonesian Women Artist (IWA) #4, Rani Jambak menampilkan karya Pademangan. Dia memajang empat alat buat menyulam yang mengajak partisipatif pengunjung untuk menyulam dengan benang. Sambil menyulam, detikers cukup mendekatkan tembaga yang nantinya bakal mengeluarkan aneka bebunyian.

Saat preview, Rani Jambak jelaskan kalau pademangan jadi alat tradisional khas Minangkabau yang ingin menyampaikan berbagai hal soal budaya dari tanah kelahirannya.

“Ada banyak sekali yang mau disampaikan bahwa dalam aktivitas menyulam ada dua teknik dasar. Saya juga belajar kepada seniman sulam senior khas Minangkabau, pola aslinya dipajak di dinding galeri.

Lewat sistem teknologi yang dibuatnya khusus, bebunyian itu akan keluar dengan indahnya. Rani cerita dari generasi ke generasi setiap perempuan Minangkabau selalu berkarya dari alam dan merespons lingkungannya.

“Di sini ada empat kanvas sulaman buat pengunjung yang terhubung dengan sensorik. Sebenarnya sinyal-sinyal suara itu berasal dari mimpi ketika saya membuat karya ini. Inilah hasil komposisinya,” terangnya.

“Harapannya sebagai alat musik, pademangan akan membawa ke masa depan dengan sensasi yang baru,” tukas Rani.

Seniman dan Komposer kelahiran Medan ini mengaku tertarik pada isu lingkungan ketika menempuh pendidikan tingkat lanjut di Australia pada tahun 2018. Peraih The Oram Awards 2022 dianggap punya kontribusi yang inovatif dalam bidang suara, musik, teknologi, dan mendalami proses soundscape atau merekam suara-suara yang ada di sekitarnya.

Rani Jambak pernah hadir dalam Spinning Ground, proyek kolaborasi antara seniman di Galeri 5 Busan Museum of Contemporary Art (MoCA). Proyek yang merupakan bagian dari pameran Green Shivering ini merupakan salah satu program performatif unggulan Busan MoCA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *