Hari Musik Nasional 2026 diperingati sebagai upaya memajukan industri dan musik Nusantara. Bagi Menteri Kebudayaan Fadli Zon, ini adalah momentum untuk mendorong musik Indonesia tampil lebih kuat di panggung dunia
Di depan musisi dan pelaku industri musik yang hadir dalam acara yang digelar Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) itu, Fadli menilai kekayaan musik Indonesia adalah modal besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Indonesia memiliki sekitar 1.340 suku bangsa dengan ratusan alat musik tradisional. Keragaman itu melahirkan warna musik yang sangat luas, dari tradisi hingga kontemporer.
“Musik Indonesia, mulai dari tradisi hingga kontemporer, memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kita berharap ekosistemnya semakin baik melalui kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah di berbagai tingkat,”
Menurutnya, musik dapat menjadi kekuatan budaya Indonesia di dunia internasional. Sejumlah musisi Indonesia sudah tampil di berbagai panggung global dan membuka peluang munculnya gelombang baru dari Indonesia.
“Kita berharap musik Indonesia menjadi salah satu frontliner kebudayaan di dunia internasional. Kita ingin melihat munculnya Indonesian wave dari musik kita,”
Pemerintah, kata Fadli, juga terus mendorong pelestarian musik tradisi melalui berbagai program, termasuk Manajemen Talenta Nasional, agar generasi muda tetap terhubung dengan akar budaya.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang menyampaikan sambutan melalui video menilai musik Indonesia memiliki kekuatan besar dalam sektor ekonomi kreatif sekaligus sebagai soft power bangsa.
“Musik Indonesia memiliki kekayaan budaya dan kreativitas generasi muda yang luar biasa untuk menjadi kekuatan ekonomi kreatif sekaligus soft power di dunia,” ujarnya.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli yang juga hadir menambahkan, musik tidak hanya ekspresi budaya, tetapi juga sektor ekonomi yang memberi dampak langsung bagi kesejahteraan pekerja kreatif.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengingatkan bahwa tanggal 9 Maret dipilih sebagai Hari Musik Nasional karena bertepatan dengan hari lahir Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Ketua Umum PAPPRI Tony Wenas menyebut gagasan Hari Musik Nasional telah diperjuangkan organisasinya sejak 1997 sebelum akhirnya ditetapkan melalui Keppres Nomor 10 Tahun 2013.
Peringatan Hari Musik Nasional 2026 juga diisi penampilan musik dari SNADA dan penyanyi Ita Purnamasari, serta kesenian tradisional Banten Terebeng Gede yang menutup rangkaian acara.
Leave a Reply